Karena ini postingan cerita pertama, maaf kalo ada yang salah, typo,(eyd) dll (hehehe) -_-
Pagi ini. Seperti biasa aku selalu menunggu didepan kelas, sama seperti sebelumnya. Hanya untuk memandangi seseorang. Dan seperti biasa, dia tetap terpaku didepan bukunya sambil menghadap ke balkon sekolah.
Bodoh. Ya, itu yang sahabatku selalu ucapkan, aku bodoh karena selalu melihatnya dan mengagguminya.Tanpa mengetahui namanya.
Dan seperti biasa, aku selalu berjalan melewati kelasnya dengan senyum yang selalu ada di wajahku.
.....
'Apa kamu sudah mengetahui namanya?',Itu yang selalu terucap dari mulut sahabatku, 'tidak' aku bahkan tidak mengetahui namanya.Mungkin ini hal terbodoh yang kulakukan, sudah 3 tahun kita satu sekolah, 3 tahun aku mengagguminya, dan 3 tahun aku selalu memandanginya dari tempat yang sama.Balkon depan kelasku.
'Kamu benar-benar bodoh, cobalah menyapanya dan tanya namanya', hal itu terus terngiang ditelingaku. Kau tahu? Aku tidak mau berbicara padanya, bukannya aku tidak suka, aku hanya takut.
Sore ini, aku belum pulang karena masih mengerjakan tugasku. Namun, saat aku hendak turun tangga, ternyata dia masih disana.Masih dengan bukunya.
Dengan cepat aku mengambil kamera yang masih ada di tasku, aku memotret wajahnya. Hanya dengan ini, setidaknya aku masih bisa memandanginya dirumah. Tanpa harus selalu melihatnya.
...
Hasilnya bagus, aku memotretnya saat dia sedang membaca buku dengan tampak serius, menguap, terdiam, bahkan aku sempat memotretnya saat dia sesekali tersenyum saat melihat ke langit. Aku benar-benar gila.
01.07.96
Hari ini tepat 3 tahun aku melihatnya dari balkon ini, tepat pula 3 tahun aku mengagguminya. Salah. Mungkin aku menyukainya.
Hari ini aku berusaha datang lebih cepat daripada biasanya ke sekolah, dan sesampainya disana aku ingin datang kekelasnya. Aku menaruh secarik kertas disana. Mungkin aku sudah sangat bodoh meninggalkan kertas yang hanya berisi satu kalimat 'kau tahu? Buku selalu menjelaskan semua yang kamu tidak tahu, dan.... apakah karena itu kamu sangat menyukainya?', mungkin sahabatku akan berkata 'kamu tidak menanyakan namanya didalam surat itu?'. Ya, lebih baik kalau aku tidak menanyakan namanya.
02.07.96
Hari ini tidak seperti biasanya. Kau tahu? Dia sudah tidak ada lagi di balkon depan kelasnya, dan anehnya sahabat ku sendiri tidak tahu dia kemana.
Sore. Ya, aku terbiasa pulang sendiri, sahabatku mungkin sudah pulang saat aku tertidur dikelas. Aku mulai melangkah turun melewati tangga dengan melewati kelasnya. Dia ada disana!.... Tapi bukan dengan bukunya, kali ini dia menulis. Menulis?.
....
2 bulan kemudian
Hari ini tepat hari kelulusan kita. Masih seperti sebelumnya, aku belum mengetahui namanya.
'Ajak dia foto bersamamu', sahabatku memberikan kameranya kepadaku. Berharap aku foto bersamanya? Aku tidak bisa. Dia menghilang begitu saja di tengah kerumunan murid-murid yang telah lulus. Aku terlambat. Bodoh.
Pagi ini. Seperti biasa aku selalu menunggu didepan kelas, sama seperti sebelumnya. Hanya untuk memandangi seseorang. Dan seperti biasa, dia tetap terpaku didepan bukunya sambil menghadap ke balkon sekolah.
Bodoh. Ya, itu yang sahabatku selalu ucapkan, aku bodoh karena selalu melihatnya dan mengagguminya.Tanpa mengetahui namanya.
Dan seperti biasa, aku selalu berjalan melewati kelasnya dengan senyum yang selalu ada di wajahku.
.....
'Apa kamu sudah mengetahui namanya?',Itu yang selalu terucap dari mulut sahabatku, 'tidak' aku bahkan tidak mengetahui namanya.Mungkin ini hal terbodoh yang kulakukan, sudah 3 tahun kita satu sekolah, 3 tahun aku mengagguminya, dan 3 tahun aku selalu memandanginya dari tempat yang sama.Balkon depan kelasku.
'Kamu benar-benar bodoh, cobalah menyapanya dan tanya namanya', hal itu terus terngiang ditelingaku. Kau tahu? Aku tidak mau berbicara padanya, bukannya aku tidak suka, aku hanya takut.
Sore ini, aku belum pulang karena masih mengerjakan tugasku. Namun, saat aku hendak turun tangga, ternyata dia masih disana.Masih dengan bukunya.
Dengan cepat aku mengambil kamera yang masih ada di tasku, aku memotret wajahnya. Hanya dengan ini, setidaknya aku masih bisa memandanginya dirumah. Tanpa harus selalu melihatnya.
...
Hasilnya bagus, aku memotretnya saat dia sedang membaca buku dengan tampak serius, menguap, terdiam, bahkan aku sempat memotretnya saat dia sesekali tersenyum saat melihat ke langit. Aku benar-benar gila.
01.07.96
Hari ini tepat 3 tahun aku melihatnya dari balkon ini, tepat pula 3 tahun aku mengagguminya. Salah. Mungkin aku menyukainya.
Hari ini aku berusaha datang lebih cepat daripada biasanya ke sekolah, dan sesampainya disana aku ingin datang kekelasnya. Aku menaruh secarik kertas disana. Mungkin aku sudah sangat bodoh meninggalkan kertas yang hanya berisi satu kalimat 'kau tahu? Buku selalu menjelaskan semua yang kamu tidak tahu, dan.... apakah karena itu kamu sangat menyukainya?', mungkin sahabatku akan berkata 'kamu tidak menanyakan namanya didalam surat itu?'. Ya, lebih baik kalau aku tidak menanyakan namanya.
02.07.96
Hari ini tidak seperti biasanya. Kau tahu? Dia sudah tidak ada lagi di balkon depan kelasnya, dan anehnya sahabat ku sendiri tidak tahu dia kemana.
Sore. Ya, aku terbiasa pulang sendiri, sahabatku mungkin sudah pulang saat aku tertidur dikelas. Aku mulai melangkah turun melewati tangga dengan melewati kelasnya. Dia ada disana!.... Tapi bukan dengan bukunya, kali ini dia menulis. Menulis?.
....
2 bulan kemudian
Hari ini tepat hari kelulusan kita. Masih seperti sebelumnya, aku belum mengetahui namanya.
'Ajak dia foto bersamamu', sahabatku memberikan kameranya kepadaku. Berharap aku foto bersamanya? Aku tidak bisa. Dia menghilang begitu saja di tengah kerumunan murid-murid yang telah lulus. Aku terlambat. Bodoh.
aduh fail bgt ya gue bikinnya....
BalasHapus